logoblog

Cari

Tutup Iklan

Jompa Mbojo Melaporkan Maraknya Senjata yang Dianggap Petasan

Jompa Mbojo Melaporkan Maraknya Senjata yang Dianggap Petasan

Maraknya petasan yang beredar di kecamatan Woha saat ini sudah cukup meresahkan warga. tapi ada sejenis petasan yang menyerupai senjata rakitan

Pengaduan Lain-Lain

KM. Jompa Mbojo
Oleh KM. Jompa Mbojo
05 Juni, 2014 19:46:15
Pengaduan Lain-Lain
Komentar: 0
Dibaca: 71833 Kali

Maraknya petasan yang beredar di kecamatan Woha saat ini sudah cukup meresahkan warga. tapi ada sejenis petasan yang menyerupai senjata rakitan yang seharusnya lebih diresahkan oleh masyarakat. Yaitu sejenis petasan yang sekaligus dapat digunakan sebagai senjata. dan bahkan lebih pantas disebut sebagai senjata daripada disebut sebagai petasan. mengingat daya tembaknya yang cukup mematikan.

Bayangkan! senjata ini mampu menembus 5 lapis seng dalam jarak 10 meter. Sebagaimana dipaparkan oleh Zulkarnain, warga Desa Naru. Ketika ia menyaksikan sendiri salah seorang pemilik senjata berinisial ERW mengetes senjata miliknya. Istimewanya lagi, pelor yang digunakan hanyalah sebutir kelereng. Cara kerja senjata ini mirip dengan Air Shoftgun

"Sebutir kelereng bisa menembus 5 lapis seng dalam jarak 10 meter itu luar biasa. Nah, bagaimana jika senjata tersebut ditembakkan kepada seseorang? tanya Zulkarnain. "bisa dipastikan ia akan menderita luka yang cukup parah", Imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil diraup Jompa Mbojo, senjata tersebut sedang marak dirakit oleh anak-anak muda, bukan hanya di Desa Naru tetapi juga di Desa Tente. karena bahannya hanyalah berupa pipa ledeng bekas dan kaleng-kaleng bekas serta menggunakan bekas korek gas sebagai pemantiknya. Sedangkan pendorong pelornya hanyalah berupa daya letup gas hasil pembakaran spiritus yang disemprotkan ke dalam tabung yang sebelumnya telah ditanam pemantik.

ERW mengaku kalaupun bahan-bahannya dibeli maka hanya menghabiskan uang 50 ribu. proses perakitannyapun sangatlah mudah. "Bahkan anak SD pun bisa membuatnya kok. tinggal lem sini lem sana dengan lem pipa" Akunya. Disinggung darimana ia belajar merakit senjata tersebut. ERW mengaku mempelajari dari temannya, dan temannya belajar dari internet.

Ketika Jompa Mbojo melaporkan maraknya jenis 'petasan' baru tersebut ke Mapolsek Woha. AKBP Suratman, kapolsek Woha mengakui belum mengetahui keberadaannya. dan secara pribadi ia mengucapkan terima kasihnya kepada Jompa Mbojo atas informasi yang berharga tersebut. Dan ia langsung menelpon Kades Naru dan Kades Tente yang diduga sebagai tempat maraknya senjata tersebut.

 

Baca Juga :


Lewat telpon tersebut Suratman menghimbau kepada Kades Naru dan Tente agar menyikapi keberadaan senjata tersebut dengan tegas dan mengumumkannya lewat mesjid-mesjid, bahwa keberadaan senjata tersebut terlarang. Kalau pemilik masih ngotot memilikinya akan berurusan dengan pihak berwajib

"Tapi secara pidana, kita akan melihat dulu sejauh mana barang (senjata, red) itu betul-betul membahayakan atau tidak" kilahnya.

Sementara Suriyadin, Kades Naru mengakui keberadaan senjata tersebut dan kerap melarang ketika anak-anak muda meletuskannya. "Tapi kalau memang sudah ditanggapi tegas oleh Kapolsek, maka sebagai Kades ia tidak ragu lagi untuk bertindak tegas"

Pihak Mapolsek Woha sendiri rencananya dalam waktu dekat akan turun melakukan razia petasan yang sekarang marak. lebih-lebih Suratman berjanji akan menitik beratkan sweepingnya terhadap senjata yang dilaporkan Jompa. Dan pihaknya berharap Jompa Mbojo bisa bekerja sama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di wilayah woha. [Adn] - 05



 
KM. Jompa Mbojo

KM. Jompa Mbojo

Komunitas Kampung Media pertama yang dibentuk di Kabupaten Bima. Meraih Penghargaan untuk Kategori “The Best Promotor”, dan juga dinobatkan sebagai DUTA INFORMASI Pada Jambore Kampung Media NTB (15/9/2012). Follow kami di twitter > @Jompa_Mbojo

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan