logoblog

Cari

Tutup Iklan

Rencana Besar Masyarakat Kaula

Rencana Besar Masyarakat Kaula

     Melihat keberlimpahan sumber daya alam yang ada di wilayah kawasan Utara Lombok tengah sampai sering dikatakan sebagai emas hijau

Pengaduan Lain-Lain

KM Kaula
Oleh KM Kaula
25 Mei, 2015 05:52:36
Pengaduan Lain-Lain
Komentar: 1
Dibaca: 8405 Kali

     Melihat keberlimpahan sumber daya alam yang ada di wilayah kawasan Utara Lombok tengah sampai sering dikatakan sebagai emas hijau yang berserakan, tapi kberlimpahan tersebut belum mampu berimbas pada peningkatan kesejahteraan warganya, Maka sebagian besar warga Kaula yang tergabung dalam komunitas Tala Sukma Sub Simpul Lombok Tengah Menyusun Rencana Besar Kaula atau dengan bahasa lebih kerennya Plan Master Kaula.

     Kawasan Utara Lombok Tengah atau biasa disebut dengan KaULa meliputi 5 Kecamatan yaitu Kecamatan Pringgarata, Kecamatan Batukliang Utara, Kecamatan Batukliang, Kecamatan Kopang dan Kecamatan Janapria. Kawasan ini terdiri dari 52 desa dengan luas mencapai 415, 82 Km2.

     Kawasan ini adalah jantung penghidupan bagi Kabupaten Lombok Tengah, karena memiliki hutan yang menjadi sumber mata air yang mengalir ke bagian Selatan. Kondisi ini memang anugerah bagi KaULa yang letaknya berbatasan langsung dengan (Taman Nasional) Gunung Rinjani.

     Areal hutan di kawasan terdiri dari Taman Nasional seluas 6.824.00 Ha, Hutan Lindung seluas 8.411.70 yang didalamnya terdapat HKm seluas 1.809.50 Ha. Dan HGU seluas 355.10 Ha. menjadikan kawasan ini penopang utama kebutuhan Air (80%), kayu (40%) dan sayur mayur bagi warga di kawasan Lombok Tengah dan kawasan lainnya.  Dari 95 titik mata air yang ada di Kabupaten Lombok Tengah (BPS 2011),  86 (delapan puluh enam) diantaranya berasal dari kawasan ini.  Lima puluh dua (52) titik mata air berada di Kecamatan Batukliang Utara, 14 di Kecamatan Pringgarata, 13 di Kecamatan Kopang, 6 di Kecamatan Janapria dan 1 mata air di Kecamatan Batukliang. Hutan yang relatif masih baik, jika tidak dijaga dengan baik, maka beberapa tahun kedepan tentu akan hilang di telan kemajuan jaman dan teknologi.

     Kondisi hutan dan air yang relatif masih baik ini sangat terkait erat dengan potensi alam lainnya seperti beberapa Air terjun dan alam perdesaan yang asri hampir diseluruh wilayah. Keseluruhannya terkait satu dan lainnya. Begitu juga dengan kegiatan yang terkait dengan bidang pertanian secara umum, hampir keseluruhannya memiliki hasil yang dapat diambil dan menghidupkan masyarakat. Termasuk didalamnya usaha rumahan dan kerajinan-kerajinan yang berbahan dasar sumberdaya alam di sekitar KaULa.

Keseluruhan potensi tersebut sebenarnya sangat mungkin dikelola dengan sumber daya manusia yang memadai. Jumlah lulusan setingkat S1 dan Diploma pada berbagai bidang berkisar 3.591 orang, S2 39 orang dan lulusan SMU/SMK (skill) sejumlah 2987 orang dan selebihnya tentu sekolah lulusan setingkat Madrasah Aliyah atau sekolah umum lainnya.

     Berbagai potensi besar kawasan Utara Lombok Tengah ini jika tidak dikelola dengan baik tentulah akan berdampak kurang baik bagi keseluruhan kehidupan masyarakat Kabupaten Lombok Tengah di waktu –waktu ke depan.

     Hingga saat ini kekurangjelasan bagaimana mengelola kawasan ini menimbulkan berbagai gejolak dan hambatan yang mengurangi fungsi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada. Kekurangjelasan pemetaan ruang (konservasi, ekonomi, pendidikan dan lainnya) menyebabkan kemanfaatan SDA hanya di nikmati oleh sebagian kecil orang saja.

     Kepentingan sebagian kecil orang/kelompok dikhawatirkan akan menyebabkan SDA menjadi hancur dan berkurang drastis fungsinya. Penebangan yang tidak terkendali (liar) menyebabkan hutan yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air menjadi rusak. Hal ini diperparah lagi dengan adanya tambang galian C diberbagai tempat di dalam kawasan.  Sumber air yang seharusnya dapat dimanfaatkan sebagian besar oleh masyarakat sekitar, justru terjadi sebaliknya. Air mengalir ‘hanya’ untuk kepentingan dan memperkaya daerah lain atau perorangan/ kelompok yang mengatas namakan pemerintah kabupaten. Perusahaan Air Minum swasta memperparah kondisi ini sampai pada titik yang susah untuk dapat di toleransi. Kondisi ini kemudian mengakibatkan terjadinya konflik yang berkepanjangan baik secara vertikal maupun horizontal, secara terbuka maupun sembunyi-sembunyi di berbagai tempat baik di tingkat individu, kelompok, dusun, maupun desa di Kawasan Utara.

 

Baca Juga :


     Masyarakat tidak disertakan dalam pengelolaan SDA yang dimilikinya sehingga kemudian daerah tangkapan air menjadi rusak dan berdampak pada kurangnya jumlah debit air yang ada. Hal ini dipandang tidak adil oleh masyarakat yang ‘memiliki’ nya. Potensi yang seharusnya dapat mensejahterakan masyarakat justru menciptakan kondisi yang sebaliknya. Jika tidak dilakukan sesuatu, masyarakat tinggal menunggu waktu saja melihat alamnya tergradasi.

     Potensi wisata alam yang seharusnya dapat di kelola dengan lebih baik, saat ini hanya masih dikelola dengan sangat tradisional seperti apa adanya. Jika potesi hutan dan kemudian air menjadi turun kualitasnya tentu potensi wisata alam yang ada sekarang akan terpengaruh sangat besar  dan menurun kualitasnya.

     Saat ini banyak produk hasil kawasan ini mengalir keluar wilayah dengan harga yang sangat murah hanya arena kekurang fahaman masyarakat bagaiana harus berbuat. Pemasaran dan kualitas produk yang dihasilkan menjadi kendala yang dihadapi masyarakat.

     Potensi sumber daya manusia yang seharusnya dapat mendukung wilayah ini tidak terjadi karena kurang di kelola dengan baik, sehingga potensiya tidak tergali. Pendidikan yang dilakukan di wilayah juga nampak kurang mendukung kondisi dan potensi alam yang ada, ini dapat dilihat dari beberapa sekolah kejuruan yang justru mengembangkan kurikulum pendidikan yang tidak berbasis pada potensi local, justru yang dikembangkan adalah otomotif dan multimedia sehingga murid sekolah sejak dini kurang mengetahui bahwa wilayah tempat tinggalnya memiliki potensi yang demikian besarnya.

     Beberapa potensi inilah yang kemudian mendorong beberapa kalangan merasa perlu untuk mengembangkan Kawasannya agar dapat mendukung penghidupan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya. Melalui penyusunan Rencana Besar Kaula yang berpihak kepada kepentingan masyarakat Kawasan.

     Kesenjangan yang terjadi antara keberlimpahan Sumber Daya Alam yang dimiliki dengan tingkat kesejahteraan warga yang hingga kini masih dibawah rata-rata ternyata adalah karena belum adanya keseriusan semua pemangku kepentingan baik pemerintah maupun warga dalam mengelola sumber daya alam tersebut, demikin Ir. Tjatur Kukuh menyimpulkan pada saat ngobrol bareng para dinamisator sub simpol tala sukama di rumah dinamisator sub simpul Lombok tengah Agus Kusuma Hadi siang tadi (Kemarin).- 01



 
KM Kaula

KM Kaula

Habiburrahman, Koordinator Kampung Media Kaula E-mail habib_kemus@yahoo.com, Alamat Desa Mas-mas Kec. Batukliang Utara Kab. Lombok Tengah. FB. habib kemus.

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM. Sukamulia

    KM. Sukamulia

    25 Mei, 2015

    informasi yang luar biasa dan semoga keluh kesah yang termuat dalam artikel ini dapat menjadi pertimbangan bagi para pemangku kebijakan di Loteng pada khususnya, NTB dan Pemerintah Pusat pada umumnya demi keterlaksanaan pemanfaatan SDA untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar, amin ya robbal alamian. salam dari kampung.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan