logoblog

Cari

Tanaman Bawang Rusak Setelah Gunakan PROMOTRIN

Tanaman Bawang Rusak Setelah Gunakan PROMOTRIN

KM-Bolo—Hati-hati jika kita membeli atau menggunakan obat pembasmi hama penyakit tanaman. Sebab, jika tak diteliti, maka akan fatal bagi tanaman itu

Pengaduan Lain-Lain

KM Bolo
Oleh KM Bolo
15 Oktober, 2015 08:41:12
Pengaduan Lain-Lain
Komentar: 0
Dibaca: 36810 Kali

KM-Bolo—Hati-hati jika kita membeli atau menggunakan obat pembasmi hama penyakit tanaman. Sebab, jika tak diteliti, maka akan fatal bagi tanaman itu sendiri. Hal ini dialami oleh beberapa petani bawang merah di Desa Monta Kecamatan Monta, Kabupaten Bima Provinsi NTB.

            Sedikitnya 11 petani di Desa Monta mengeluh tanaman bawang mereka rusak mendadak atau mati. Tanaman yang diperkirakan berumur 40 hari atau siap panen, tiba-tiba mati setelah disemprot menggunakan insektisida PROMOTRIN—obat pembasmi hama ulat bawang merah.

            Menurut Sri A Talib, mulai menggunakan insektisida PROMOTRIN ini menyusul tanaman bawang merah mereka terserang hama ulat. Namun setelah tiga hari penyemprotan, daun bawang tiba-tiba berwarna kuning. Sedangkan biji bawang membusuk. “Padahal, dalam pencampurannya, kami mengikuti petunjuk label,” katanya.

            Dengan persoalan ini, lanjut Sri, beberapa petani bawang menghubungi kembali pihak pendistribusi obat insektisida PROMOTRIN (CV Mahakam) di Kabupaten Dompu. Pak Joko selaku pihak perwakilan di Jakarta, akhirnya turun ke lokasi untuk melakukan pertemuan dengan petani bawang.

Pertemuan kemarin juga dihadiri perwakilan CV Mahakam Dompu. Ia menawarkan uji coba dengan melakukan penyemprotan ulang menggunakan obat yang sama (Promotrin,red). Uji coba ini dilakukan pada tanaman bawang di lahan berbeda. “Namun hasilnya pun sama,” tandas Sri.  

            Belum diketahui berapa hektar lahan yang ditanami bawang merah tersebut. Namun ditaksirkan kerugian petani bawang di Desa Monta yang telah menggunakan obat anti hama ulat (Promotrin) tersebut, mencapai angka miliar. Kerugian modal usaha juga dialami oleh Sri A Talib, selaku pihak pengecer obat insektisida PROMOTRIN di wilayah Monta.

 

Baca Juga :


“Saya beli obat ini sebanyak 10 dus dari CV Mahakam. Obat yang laris terjual, akhirnya dikembalikan petani setelah tanaman mereka mati. Saya taksirkan kerugian modal ratusan juta rupiah,” katanya.

            Selain Sri—sejumlah petani bawang merah di Desa Kecamatan Monta berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bima melalui dinas terkait, membantu petani korban untuk memfasilitasi agar CV Mahakam bertanggung jawab dengan memberikan ganti rugi kepada 11 petani yang menjadi korban insektisida PROMOTRIN.    

            Sementara itu, Perwakilan CV Mahakam di Kabupaten Dompu Buhari di konfirmasi menjelaskan, bahwa insektisida PROMOTRIN ini adalah obat pembasmi hama ulat. Beredarnya obat ini sejak Februari 2014 silam. “Namun baru ini kali ada kejadian seperti itu. Ini pun terjadi di Kecamatan Monta Kabupaten Bima NTB,” kata Buhari dihadapan 11 orang petani korban obat PROMOTRIN.

            “Saya juga hadir di sini untuk mendata nama-nama petani serta luas areal tanah bawang yang menjadi dampak penyemprotan insektisida PROMOTRIN. Data ini kita kirim untuk pembahasan di Jakarta. Sekarang, kita tunggu saja hasil rapat di Kantor Pusat,” jelas Buhari.(erik) - 05



 
KM Bolo

KM Bolo

Koordinator: SURYADIN Alamat : Jl. Lintas Sumbawa No.53 Desa Rasabou Kecamatan Bolo Kabupaten Bima Prov. NTB Admin: Agus Setiawan (082339467728) email:kmbolo@ymail.com Kontak Person: 085-25332-3535 ANGGOTA: Didin, Buhari, Rahmi, Can

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan