logoblog

Cari

Tutup Iklan

Bima Kekurangan Penyuluh Kehutanan

Bima Kekurangan Penyuluh Kehutanan

  KM.RUNGGU-Wilayah Kabupaten Bima dengan hamparan wilayah yang sangat luas baik daratan dan lautan. Daratannya memiliki hutan dengan luas wilayahnya mencapai 250.396

Pengaduan Lain-Lain

KM Monggo Runggu
Oleh KM Monggo Runggu
06 November, 2015 13:09:10
Pengaduan Lain-Lain
Komentar: 0
Dibaca: 5606 Kali

KM.RUNGGU-Wilayah Kabupaten Bima dengan hamparan wilayah yang sangat luas baik daratan dan lautan. Daratannya memiliki hutan dengan luas wilayahnya mencapai 250.396 hektar, sedangkan tenaga penyuluh yang PNS hanya 23 orang. Sungguh ironis. Tidak sebanding dengan luas wilayah hutan yang ada.

       Hanato SP Penyuluh Madia dalam pemaparanya dihadapan peserta Bimtek mengatakan bahwa dengan kondisi luas lahan yang cukup luas, sangat kesulitan para penyuluh Kehutanan untuk mengawasi dan membangun kawasan hutan yang ada di Kabupaten Bima. “dengan kondisi hutan yang sangat luas ini, dan tenaga penyuluh yang minim maka kesulitan kami untuk membangun dan mengawasi kehutanan di Bima,” ujar Hananto, kemarin di aula BP4K Bima.

       Lanjutnya, luas hutan di Bima mencapai, 250.396 hektar yang terdiri dari Hutan produksi tetap seluas 4.470  hektar, hutan produksi terbatas mencapai 66.866 ha. Sedangkan hutan lindung mencapai 83.186 ha, adapun hutan Konservasi berupa cagar alam seluas 21.095 ha, Suaka Marga Satwa, 17.688 ha. Hutan Wisata Alam seluas 232 ha, taman buru yang ada di Tambora seluas 16.586 ha. “Kerusakan hutan di Bima kini semakin parah,”ujarnya singkat.

       Kerusakan hutan diakibatkan ulah manusia dan gangguan lainnya, pengawasanpun tidak maksimal karena banyak faktor yang menjadi hambatannya seperti kekurangan tenaga personil Polisi Kehutanan. “Tenaga kami yang ada sekarang tak sanggup melakukan pengawasan termasuk rekan-rekan tenaga kepolisian kehutanan,” terang Hananto.

 

Baca Juga :


       Lanjutnya, selain penyuluh Kehutanan yang PNS. Ada juga mitra kami, seperti Penyuluh kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM). Tenaga PKSM yang ada, juga tak sanggup mengawasi. “Mitra kami juga selaku PKSM yang ada tidak sebanding dengan luasnya kawasan hutan di Bima,” ungkap Hananto.

Padahal lanjut pria asal Jawa ini, mengatakan bahwa jantung dunia adalah hutan.  “Sekarang Bima dimusim kemarau, panas karena hutan atau bukit sudah banyak yang gundul,” Pungkas Hananto. (RIS) - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan