logoblog

Cari

Tutup Iklan

Musim Hujan Tiba, Apa Kabar Warga KLU Pasca Gempa?

Musim Hujan Tiba, Apa Kabar Warga KLU Pasca Gempa?

Musim berganti musim, dari musim kemarau hingga musim hujan. Pasca gempa 7.0 SR yang mengguncang masyarakat Lombok beberapa bulan lalu menyebabkan

Pengaduan Lain-Lain

pauzan basri_jack
Oleh pauzan basri_jack
08 November, 2018 13:44:19
Pengaduan Lain-Lain
Komentar: 0
Dibaca: 340 Kali

Musim berganti musim, dari musim kemarau hingga musim hujan. Pasca gempa 7.0 SR yang mengguncang masyarakat Lombok beberapa bulan lalu menyebabkan seluruh rumah di Lombok Utara rata dengan tanah.

Kini musim hujan sudah turun, hujan kadang dari pagi hingga malam hari, lalu bagaimana kabarnya warga KLU yang sampai saat ini belum juga memiliki hunian sementara (Huntara).

Sebagian warga Lombok Utara masih beratapkan terpal dan beralaskan tanah. Hujan sudah turun, pastinya genangan air pun masuk kerumah hunian sementara yang dia buat dengan bahan seadanya.

Berliku-liku masalah yang dihadapi, sejak pertama datangnya Presiden Republik Indonesia Jokowidodo. Masyarakat Lombok Utara bahagia dan senang, karena mereka dijanjikan masing-masing rumah akan diganti dengan uang 50 juta untuk membangun rumah. Kemudian datang lagi Jokowi untuk yang kedua kalinya. Hal yang sama pun diungkapkan Presiden Jokowi tentang uang 50 juta tersebut.

Namun hingga sampai saat ini belum semua terealisasi oleh jajaran penerintah baik pusat maupun daerah. Warga Lombok Utara bahkan melakukan aksi damai terkait keberadaan uang yang telah dijanjikan oleh Presiden RI Jokowi dodo.

Terlepas dari persoalan uang 50 juta, yang ingin saya ulas dalam tulisan ini adalah bagaiman nasib masyarakat Lombok Utara yang sampai saat ini belum juga memiliki rumah yang beratap seng maupun spandek. Yang bisa menahan derasnya hujan untuk tidak masuk kedalam rumah-rumah warga.

Di Kampung saya Dusun Kelanjuhan Prigi Desa Gumantar Kecamatan Kayangan Lombok Utara, saya mendengar keluhan warga, dikala hujan turun warga yang belum punya rumah yang tahan air, kabarnya mengungsi dirumah tetangganya yang beratapkan spandek atau seng.

Lalu bagaimana dengan barang-barang milikinya yang ia tinggalkan. Okelah persoalan dirinya masih bisa dia selamatkan, tapi barang-barangnya belum tentu bisa dia selamatkan.

Saya terenyuh mendengar kabar itu, bahkan ingin meneteskan air mata karena keadaan yang tak kunjung terselesaikan oleh pemerintah setempat.

Ketika barang-barangnya tak bisa tersekamatkan, lalu bagaimana dengan makannya nanti, bagaimana dengan tempat tidurnya nanti yang sudah basah dikuyup hujan. Mau menjemur, panas pun tak kunjung turun, sebentar panas, hujan lagi dan begitu seterusnya hingga akhir tahun ini bahkan lebih.

Apa solusinya? Saya tidak ingin mengeluh kepada pemerintah soal musibah yang melanda warga Lombok pada kali ini. Namun saya merasa memiliki beban untuk menyampaikan hal ini kepada publik. Minimal ditahu oleh semua orang akan kondisi dari masyarakat yang saat ini menjerit.

Salah satu warga Dusun Kelanjuhan Prigi Desa Gumantar Kayangan Lombok Utara Sinman mengatakan bahwa, rumahnya beratapkan terpal, namun jika hujan, terpaknya tak sanggup menahan derasnya hujan yang menjatuhi atap rumahnya. Sehingga dengan terpaksa dia mengungsikan diri kerumah tetangganya yang bernama Selim.

"Atap rumah saya kan masih terpal, belum ada buat membeli atap aluminium sepereti seng atau spandek. Sehingga atap rumah saya tidak kuat nampung air, terpaksa saya harus mengungsi,"katanya kepadaKampung Media.Com saat dihubungi via telepon.

Soal dana 50 juta yang dijanjikan Jokowi kata dia tidak begitu dipikirkan, namun yang dipikirkan adalah bagaiman atap rumahnya tahan diguyur hujan saja.

"Saya hanya memikirkan atap rumah saya saja, karena banyak barang-barang berupa selimut dan kasur didalam rumah saya, agar tidak bazah kyup semuanya,"tambahnya,"tambahnya.

Dengan terbitnya tulisan ini saya harap pemerintah segra mengambil tindakan, karena tidak semua masyarakat Lombok Utara hari ini sudah memiliki Huntara. Masi h banyak lagi masyarakat yang belum memilki hunian sementara.


 

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan