logoblog

Cari

Air Maringkik

Air Maringkik

Mendengar Pulau Maringkik, teringat mandi dengan air asin. Siapaun orangnya jika berkunjung ke pulau yang terpencil ini, sudah tentu akan merasakan

Pengaduan Lain-Lain

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
17 Mei, 2019 20:12:36
Pengaduan Lain-Lain
Komentar: 0
Dibaca: 1156 Kali

Mendengar Pulau Maringkik, teringat mandi dengan air asin. Siapaun orangnya jika berkunjung ke pulau yang terpencil ini, sudah tentu akan merasakan betapa sulitnya mencari air bersih atau air tawar. Inilah kondisi air yang ada di Desa Pulau Maringkik, Kecamatan Kruak, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Beberapa warga sekitar bertutur bahwa semenjak dulu hingga sekarang, warga sekitar tak pernah berhenti mengeluhkan yang namanya air bersih atau air tawar. 

Menanggapi kebutuhan komsumsi air bersih atau air tawar di Pulau Maringkik, pengadaan mesin penyulingan air bantuan dari Kementerian Kelautan Perikanan telah terselenggara. Namun menurut Abdul Kadir (60 th) selaku toko masyarakat Pulau Maringkik, “Alat penyuling air bersih tersebut hanya berberfungsi dalam waktu yang singkat, dan hingga saat ini tak berfungsi kembali sejak tahun 2013. Itu pun saat itu hanya mampu memenuhi kebutuhan komsumsi air bersih pada beberapa KK saja,” ujarnya.

Abdul Kadir lanjut bicara, “Mesin penyulingan air bersih tersebut masih ada, dan tersimpan di bagian utara pada kawasan pulau ini. Sayangnya belum bisa dimanfaatkan kembali,” ujarnya.

H. Ahmad (45 th) selaku warga nelayan di Pulau Maringkik mengatakan, “Di Pulau Maringkik terdapat dua tempat penampungan air bersih. Begitu juga dengan mesin penyulingan terdiri dua buah, dan ada satu perangkat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berfungsi sebagai sumber energinya. Demikian juga dengan saluran air dari sumur juga masih terpasang, termasuk pompa airnya. Hanya saja, komponen-komponen yang terkait dengan jaringan listrik mengalami kerusakan atau sudah putus,” ujar H. Ahmad yang mengeluhkan fasilitas yang tak bisa dimanfaatkan itu.

Dari pemantauan, kondisi mesin penyulingan air yang ada di Pulau Maringkik masih tetap utuh dan masih dapat dimanfaatkan. Kondisi mesin penyulingan air itu juga diakui oleh seorang Stap Desa Hadrian Agus Andri bahwa mesin penyulingan air itu masih bagus, meskipun telah berselimutkan rerumputan. Olehnya itu, pihak masyarakat harus memperhatikan bantuan alat yang berupa penyuling air,” ujarnya.

Dalam memenuhi kebutuhan komsumsi air bersih atau air tawar, masyarakat Pulau Maringkik terpaksa harus membeli air bersih yang didatangkan dari seberang pulau. Untuk satu jerigen yang berisi 30 liter, masyarakat harus membelinya dengan harga Rp. 5.000,-. Sebagian juga masyarakat membeli air bersih per satu tandon, yaitu kapasitas air bersih sebanyak 350 liter, harganya pun Rp 80.000,-.

Cara lain masyarakat Pulau Maringkik dalam memperoleh air bersih yaitu dengan menada air hujan. Hal ini tentu hanya dilakukan di musim penghujan, yaitu dengan air hujan dialirkan ke tempat-tempat penampungan air dengan melalui talang atau tempat penadah air.

 

Baca Juga :


Selain itu, bantuan lain terhadap komsumsi air bersih di Pulau Maringkik yaitu dengan melalui PDAM Pekab Lombok Timur. Namun berdasarkan pemantauan masih belum sanggup memenuhi kebutuhan dari semua warga masyarakat. Terbukti dengan masih banyaknya warga yang membeli air yang didatangkan dari perahu, dan sebagian menggunakan air sumur yang terasa asin.

Kebutuhan air bersih untuk mencuci  pakaian atau mandi, yang mana menurut pengamatan bahwa masih ditemukan beberapa warga masyarakat, baik itu ibu-ibu atau pun bapak-bapak lebih memilih untuk mmengambil air di tepi laut atau pada bagian tertentu yang dianggap bersih.

Alternatif lain yang menjadi andalan masyarakat Pulau Maringkik dalam memenuhi kebutuhan komsumsi air bersih atau air tawar yaitu dengan memanfaatkan air sumur yang ada pada bagian timur. Sumur yang dimaksud tersebut berada pada dataran yang rendah, dan tak jauh dari dekat tempat berlabuhnya para perahu-perahu nelayan. Kondisi air pada sumur yang satu ini adalah tergolong unik. Pada waktu pagi atau setelah sholat subuh hingga jam dua belas malam, sifat air pada sumur yang satu ini memang terasa asin. Akan tetapi, setelah jam dua belas malam hingga menjelang subuh, sifat air pada sumur ini terasa tawar. Pada saat munculnya air tawar yang ada di sumur ini, tak jarang warga yang ada di sekitar sumur tersebut menyempatkan diri untuk mengambilnya.    

Inilah kondisi masyarakat Pulau aringkik yang semenjak dulu hingga sekarang masih dirundung oleh kebutuhan komsumsi air bersih atau air tawar. Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan komsumsi air bersih, namun belum saja mampu untuk memberikan kepuasan secara merata. Akhir kata, masyarakat Pulau Maringkik masih tetap saja mengharapkan bantuan dari pihak pemerintah atau swasta agar mereka dapat hidup dengan air yang layak pakai dan terpenuhi secara merata.

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085333838169, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan