Kepsek Diminta Bertanggung Jawab Hilangnya Motor Siswa

Menyusul hilangnya sepeda motor jenis Vario Black di tempat parkir sekolah, orang tua Novi bersama kerabat-kerabatnya mendatangi SMPN 4 Monta. Kedatangan mereka yakni meminta ganti rugi kepada pihak sekolah (kepsek).

            Menurut Syahril Abidin (orang tua korban), hilangnya sepeda motor tersebut tidak terjadi di luar sekolah, tetapi di dalam lokasi parkir khusus yang disediakan oleh sekolah. “Minimal, kami hanya minta ganti rugi Rp6 juta,” ucapnya.

Sebagai lembaga pendidikan yang dipercayakan untuk penitipan anak kami, semestinya pihak sekolah harus menjaga kepercayaan yang diberikan. Artinya, apapun yang terjadi dan menimpa anak kami beserta barang bawaannya selama mereka dalam lingkungan sekolah, itu menjadi tanggung jawab pihak sekolah.

            Jika seperti ini terus terjadi dalam wilayah SMPN 4 Monta, kata dia, kepala SMPN 4 Monta dianggap lalai dan tidak memiliki tanggung jawab atas segala yang akan terjadi dalam sekolah itu. “Kejadian yang menimpa anak saya, adalah kasus yang kalikedua hilangnya sepeda motor di tempat parkir sekolah ini,” tandasnya.

Menanggapi tuntutan orang tua murid, kepala SMPN 4 Monta Burhanudin S.Pd menolak memberikan ganti rugi atas hilangannya sepeda motor siswa tersebut. “Kalau menyangkut ganti rugi, tidak mungkin saya lakukan. Karena memang sebelumnya tidak ada MoU antara sekolah dengan orang tua murid terkait masalah ini,” jelasnya.

            Dan, lanjut dia, jika hal ini dilakukan, maka seluruh siswa ataupun tamu lainnya yang pernah mengalami nasib serupa, akan menuntut ganti rugi. “Lagi pula, sekolah tidak memiliki dana untuk itu. Tetapi, secara pribadi tidak masalah bagi saya. Itu pun tidak sebesar yang mereka minta,” ucapnya.

            Terkait masalah itu, kata Burhan, pihaknya telah mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh orang tua siswa atas larangan tidak membawa sepeda motor di sekolah. Karena berdasarkan UU lalulintas, siswa yang masih SMPN atau dibawa usia, belum waktunya mengenderai sepeda motor. “Jika masih ada siswa ngotot membawa kendaraan, maka akibatnya ditanggung sendiri,” tegas Burhan.(adi) - (01)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru