Nyongkolan Kecimol, Jangan Sampai Mengganggu

KM Sambang Kampung- pernahkah anda merasakan terjebak dalam kemacetan panjang sampai 5Km, bagaimakah rasanya menunggu berjam-jam sementara keperluan sangat mendesak? Pernahkah anda membayangkan jika anda telah memesan tiket pesawat namun anda terjebak dalam kemacetan, bagaimana perasaan anda ketika menunggu sampai berjam-jam ditengah kemacetan? saya yakin anda akan stress dan akan mengeluarkan kata-kata kotor kepada orang yang membuat jalanan macet.

Pengantin yang semestinya mendapatkan doa dari orang-orang yang melihat dan menyaksikan kebahagiaan mereka saat melaksanakan pernikahan akan berubah menjadi sebuah kecaman dan cacian dari banyak orang yang merasa kenyamanan perjalanan mereka terganggu.

Begitulah kondisi saat diadakan acara “Nyongkolan” yaitu acara pasangan pengantin mengunjungi rumah pengantin perempuan degan diiringi oleh keluarga dan kerabat dalam iring-iringan yang disertai  alat musik tradisional dengan tujuan untuk memohon doa restu. Namun acara nyongkolan ini sering sekali dinodai oleh beberapa pengiring dalam keadaan mabok sehingga melakukan tarian secara berlebihan.

Pada saat iring-iringan panitia  memberhentikan kendaraan yang membuat jalan menjadi macet, terlebih lagi iring-iringan berjalan terlalu jauh sehingga waktu untuk melaksanakan acara ini sangat panjang, kemacetanpun tak dapat dihindarkan. Terkadang acara nyongkolan ini tidak dikawal oleh pihak Kepolisian mengakibatkan lalu lintas terganggu. Saat itulah terkadang pengguna jalan sangat merasa tergaggu. Biasanya acara nyongkolan dilaksanakan hari Sabtu dan hari Minggu sekitar jam 14.30 Wita-17.00 Wita  sehingga pengguna jalan harus menghindari perjalanan pada hari dan jam tersebut.

Pemerintah harus segera membenahi tata laksana acara Nyongkolan tersebut sehingga adat yang baik ini terus dipertahankan jangan sampai hal ini dapat menggagu kepentingan umum. Begitu juga dengan para pengiring jangan sampai melakukan tindakan-tindakan yang sifatnya tidak mencerminkan karakter Suku Sasak yang agamis, seperti mabok saat melaksanakan acara nyongkolan.

Kami sekeluarga merasakan langsung kondisi yang sangat menyita waktu dan tenaga pada saat acara Nyongkolan di Desa Jenggik pada hari Sabtu (24/5), kami berada ditengah antrian panjang, sementara didalam kendaraan anak-anak sudah mulai lelah dan ada yang muntah, Nyongkolan di Desa Jenggik ini membuat antrian panjang hingga 5 Km dengan waktu antrian 1 jam lebih karena Nyongkolan tersebut melibatkan 4 Gendang Beleq, dan 1 Kecimol dengan iring-iringan yang sangat panjang.

Pemerintah harus mengatur tata laksana nyongkolan dengan mengadakan nyongkolan di lapangan atau setiap desa memiliki tempat khusus penerima tamu nyongkolan untuk  menghindari penggunaan jalan raya. Pada intinya adalah hindari jalan raya untuk acara nyongkolan, tinggalkan mabok-mabokan, jangan berevoria berlebihan. Jalankan hajat mulia ini dengan baik sehingga mendapatkan doa dari masyarakat yang menyaksikan acara ini. (Uyik) - 01

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru