Renungan Wajib Bagi Semua Orang

Dalam tulisan pertama di akun pribadi ini, saya mau share sisi lain dari pengalaman pribadi ketika melakukan tadabbur atau rihlah bersama teman-teman Formasi (seperti yang sudah saya ceritakan di link berikut http://wisata-jalan-jalan.kampung-media.com/2014/08/07/tadabbur-bersama-formasi-di-pantai-tekalok-4693.
Ada banyak hal lain yang sangat menarik perhatian saya, bahkan telah membuat hati saya jadi miris, sampai tidak terasa, ada air yang sangat jernih yang merembes keluar dari ujung kedua mata saya ketika itu. Di antara penyebab tersebut, adalah sebagai berikut :

Pertama
di beberapa tempat di Wilayah Lombok timur yang kami tidak tau namanya karena disekitar situ tidak ada plang nama juga tidak ada orang, tempat kita bertanya. Kami temukan sungai yang cukup lebar dan panjang, tapi kering krontang, yang ada hanya bebatuan sungai yang berserakan. Menurut sebagian teman, salah satu nama sungai itu adalah kokok putik. Saya tidak tau kebenarannya.
Pikiran yang muncul ketika melihat kondisi itu adalah : “Apakah hal ini harus diterima sebagai sebuah taqdir, yang mana kita tidak bisa berbuat sesuatu untuk merubahnya?, ataukah kita anggap sebagai sebuah akibat yang pasti punya sebab, yang mana kalau kita merunut sebabnya, kita pasti bisa berbuat sesuatu untuk merubahnya?.
Kalau kita meyakini bahwa kekurangan pohon kayu di bagian hulu sungai berkurang gara-gara ilegalogging, yang menjadi penyebab kekeringan tersebut, maka kenapa tidak, kita melakukan gerakan masiv untuk melakukan reboisasi di daerah hulu sungai kemudian dilanjutkan ke sepanjang sungai?.


Kedua :
Di beberapa tempat di wilayah Sambalie Lombok Timur, kami melihat beberapa rumah yang sesungguhnya masih sangat layak huni tapi tidak ditempati, kami tidak tau itu rumah apa dan rumah siapa? Tapi kalau melihat bentuk bangunan sepertinya itu semua adalah punya pemerintah. 
Melihat kondisi ini muncul pemikiran, kenapa hal ini tidak ditempati? Kalau pemiliknya tidak mau tempati, kenapa tidak diupayakan untuk menempatkan keluarga, sahabat dan warga kita yang masih banyak belum punya rumah bahkan tempat untuk bangun rumah yang menempatinya? Daripada akan kosong melompong sia-sia?.

Ketiga :
Di pantai Tekalok ada bekas tambang mutiara yang didalamnya masih banyak inventaris yang masih sangat layak dipergunakan seperti beberapa rumah, kantor, kapal booth dan fasilitas-fasilitas lain yang masih lumayan bagus, yang juga kosong melompong tidak termanfaatkan.
Pikiran yang muncul ketika melihat situasi ini adalah sama dengan ketika melihat rumah rumah kosong sebelumnya. Kenapa tidak diberikan kepada saudara-saudara kita yang hingga hari ini kadang masih tidur numpang. Bukankah hal itu akan jauh lebih bermakna?.
Pikiran ini perlu kami publikasikan supaya semua orang tau kemudian difikirkan bagaimana aset-aset ini dimanfaatkan. Dan menurut kami yang paling mungkin untuk melakukan ini adalah pemerintah, karena pemerintah yang paling tau punya siapa juga prosedurnya seperti apa untuk merekleaming tempat-tempat tersebut untuk kemudian diserahkan pengelolaannya kepada saudara-saudara kita yang masih punya rumah belum layak huni, belum punya pekerjaan yang jelas, hitung-hitung untuk memelihara dan mengoftimalkan pemanfaatan lokasi tersebut.
Kami berharaf, tulisan singkat ini bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua, untuk mencoba berusaha mengambil peran sebagai siapa yang melakukan apa?. Yang pasti!, Pemerintah, dalam hal ini pemerintah Lombok Timur berkewajiban tidak Cuma memikirkan tapi juga menindak lanjutinya.
Fakta yang ingin saya sampaikan disini, adalah bahwa ditengah-tengah kita sibuk berbicara tentang kemiskinan, global warming, kwalitas kesehatan dan pendidikan yang masih dibawah standar. Ternyata ada banyak potensi yang tidak dimanfaatkan dan ada banyak fasilitas yang terabaiak.
Renungkan!, Renungkan! Lalau Action!. Ingat rumus perubahan yang sepuluh yaitu 1. Action, 2. Action, 3. Action,  4. Action, 5. Action, 6. Action, 7. Action, 8. Action, 9. Action, dan 10. Action. [] - 05

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru