Wisata Loang Baloq Kurang Terawat

Sebagai salah satu objek wisata religi andalan di Kota Mataram, Loang Baloq sudah kurang terawat dan tidak tertata dengan baik, terutama disekitar pesisir pantainya yang sudah dipenuhi dengan berbagai macam sampah yang sudah mengeluarkan bau yang kurang sedap, terasa tidak seimbang dengan apiknya Jalan lingkar yang dijadikan tempat  tongkrongan oleh para remaja. Selain itu, tepat di depan pintu masuk makam, pantai Tanjung Karang lengkap dengan sepetak taman yang didesain indah dapat menarik kita untuk sejenak berkunjung ke sana.

Tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat yang datang berziarah ke makam loang baloq akan meluangkan waktunya melihat keindahan pantai loang baloq, apalagi pada saat sore hari yang sangat indah dengan pemandangan sansetnya, tapi setelah para pengunjung masuk kepesisir pantainya, banyak pengunjung yang kembali disebabkan oleh bau yang kurang sedap tersebut, dan lebih memilih duduk di trotoar sambil menikmati secangkit kopi yang tidak tau resiko keamanannya, sangat disayangkan.
 

Kota Mataram sesungguhnya memiliki banyak objek wisata religi yang mampu menarik para wisatawan. Namun pemerintah kota rasanya tak begitu maksimal mengelola, merawat dan mendesainnya agar menarik para wisatawan untuk berkunjung, lantaran Mataram selayaknya menjadi Kota wisata religi, walau memang tak  dapat menjadi barometer akan sebuah kota yang dihuni oleh masyarakat yang religius seperti motto Kota Mataram saat ini. Hanya saja ia sedikit tidak mampu memberi gambaran bahwa religiusitas di Kota Mataram terdapat pada objek wisatanya.

Di samping itu, pemerintah Kota Mataram seharusnya mampu menjadikan objek wisata religinya sebagai lokasi ketika membuat event-event budaya-religius sebagai ikhtiar untuk memperkenalkan dan menghidupkan nuansa di sana. Sebab banyak wisata budaya kita yang kian tak ditonjolkan, seperti Lebaran Topat, Perang Topat, Maulid Nabi dan banyak lagi kekayaan budaya kita.

Jika demikian, akan tercipta sebuah sinergitas antara objek wisata religius dan wisata budaya yang dimiliki oleh daerah pada umumnya. Wisatawan yang akan berkunjung pun nantinya tak hanya berasal dari wisatawan lokal, melainkan wisatawan mancanegara.

Moment digelarnya beragam event wisata budaya-religius  yang telah dimiliki daerah ini pun mampu menambah nuansa religiusitas yang tersimpan pada makam dan masyarakat kita. [] - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru