Gas Elpiji 3 kg Langka

Sejak diberlakunya  kenaikan gas elpiji oleh  PT Pertamina (Persero) dalam menaikkan harga elpiji nonsubsidi kemasan 12 kg menyusul tingginya harga elpiji di pasar internasional dan turunnya nilai tukar rupiah yang menyebabkan beban kerugian perusahaan akan makin tinggi. Kenaikan harga elpiji 12 kg ini membuat warga yang biasa memakainya mulai berpindah ke gas elpiji 3 kg. Akibatnya, elpiji 3 kg pun menjadi langka.

Kelangkaan gas elpiji tabung 3 kilogram (kg) dirasaan  minggu-minggu ini oleh warga Lingkungan Banjar Dasan Agung Baru (Repok Bebek) terus berlanjut. Seperti yang dialami warga disana, dalam seminggu terakhir mereka kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg walaupun terdapat 4 penjual gas elpiji eceran. Banyak warga terpaksa mencari sampai ke luar  kecamatan  dikota mataram, dengan harga yang sudah melambung sampai Rp 20.000-Rp 25.000 per tabung.

Ditambah lagi dengan kelangkaan pasokan gas elpiji 3 kg, diakibatkan juga banyaknya warung makanan yang selama ini menggunakan gas elpiji 12 kg beralih ke gas elpiji tabung 3 kg.

Sementara itu gas elpiji stok 12 kg, justru tidak terserap konsumen dan banyak ditemukan di agen-agen, besar akan tetapi masyarakat tidak mampu membelinya degan harga yang cukup tinggi. Sehingga memperkirakan menurunnya daya serap pasar gas tabung 12 kg akibat terjadi kenaikan harga yang memicu konsumen beralih ke gas elpiji 3 kg.

Yang cukup menarik lagi pada saat-saat ini dimana bulan maulid pemakaian  para inaq-inaq (ibu-ibu)  lebih banyak dalam memaksa membuat sajian makanan. Akibatnya (bahase sasaknya) “inaq-inaq pade ngremon ,..ke lelah muter jok ampenan, pejeruk, kekalik.., be jak laik beli mete malik gas ne, kadok kelaq ndak man masak ne batur”. [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru