Disbudpar Dompu Kurang Memperhatikan Wisata Pantai

KM. Faruk Nickyrawi - Dalam menjalankan roda kepemerintahan ketika menjadi bagian untuk membangun kemajuan Kabupaten Dompu pada lininya tersendiri, dinas Pariwisata dan Kebuadayaan Kabupaten Dompu dinilai tidak signifikan dalam bekerja sesuai dengan kinerjanya. Hal itu dapt dilihat dari beberapa tempat pariwisata yang ada di Kabupaten Dompu, salah satunya di Pantai pasir putih Ria yang ada di Kecamatan woja Kabupaten Dompu.

Fasilitas untuk pengujung pada pantai tersebut tidak tersedia seperti WC umum, banyak pengunjung pantai tersebut mengeluhkan tidak adanya WC untuk mereka ganti baju sebelum mandi dan juga untuk membuang air kecil. Salah seorang pengunjung mengungkapkan, beberapa waktu lalu pada KM faruknickyrawi, fasilitas seperti WC sangat dibutuhkan pada tempat pariwisata seperti pantai RIA namun itu tidak ada dan tidak terlihat. “WC sama sekali tidak ada, dan kami sebagai pengunjung terpaksa harus membuang air kecil di semak-semak pinggir pantai, belum lagi kami harus mengganti baju ketika ingin mandi,” Ujar wati Salah seorang pengunjung.

Wati juga mengungkapkan dengan tidak tersediannya WC umum untuk para pengunjung cukup meresahkan juga karena itu adalah kebutuhan yang paling utama, belum berbicara dihari-hari besar seperti perayaan tahun baru, Idhul fitri, idhul Afha dan hari-hari lainnya dimana pengunjung pantai tumpah ruah disetiap hari perayaan. “Ini baru hari biasa kami berkunjung belum pada waktu hari-hari perayaan besar,” tandasnya. Hal ini dimungkinkan kurangnya perhatian dari dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang ada di Kabupaten Dompu dimana fasilitas untuk masyarakat yang berkunjung di tempat Pariwisata tidak tersedia secara lengkap.

Lain halnya yang terjadi di Pantai Lakey, dimana pada pemantauan yang dilakukan media ini beberapa minggu yang lalu, dipintu masuk Pantai Lakey terlihat beberapa oknum yang menjaga pintu masuk dengan menarik retribusi yang jumlahnya cukup besar berkisar antara 10 hingga 15 ribu per kendaraan.

Oknum yang menarik retribusi masuk obyek wisata tersebut bukan berasal dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dompu melainkan orang luar, oknum tersebut berpakaian preman dan memasang wajah yng sangar dihadapan pengunjung. Aneh bin ajaibnya dalam penarikan retribusi tersebut tidak adanya tiket masuk yang dikasih untuk pengunjung melainkan, meminta uang dan masuk begitu saja.

Kejadian tersebut dialami langsung oleh penulis yang melakukan pemantauan, sehingga terkesan lemahnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam menjaga dan melestarikan objek wisata yang katanya menjadi investari serta investasi bagi daerah Kabupaten Dompu. Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Dompu  Hj Sri Suzana belum sempat ditemui.

Melalui media ini para pengunjung mengharapkan adanya kinerja Disparbud yang dapat memberikan kenyamanan bagi para pengujung disetiap lokasi Objek wisata sehingga, tempat ataupun objek yang menjadi investasi bagi daerah ini bisa dijalankan dan juga bisa menjadi investasi yang sangat berarti bagi daerah Kabupaten Dompu.  [] - 01

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru