Situs Wadu Paa Butuh Perhatian Pemerintah

KM TNC. Bima sejuta pesona itulah ungkapan yang pantas disabet Bima, dimana banyak terdapat peninggalan/situs sejarah,pemandangan serta keindahan yang patut kita jaga dan kita lestarikan, namun bagaimana jika hal itu tidak kita jaga dan manfaatkan. Satu dari berbagai situs bersejarah di Bima terlihat tidak terawat dan jauh dari harapan.

Keadaan tersebut sangat disesali oleh para pengunjung situs, sebut saja situs Wadu Pa’a di Kecamatan Soromandi Kab Bima saat ini kondisinya tidak terawat dan terlihat kotor/kumuh. Safiah pengunjung asal Surabaya asli Bima mengungkapkan kekecewaannya “saya kecewa setelah melihat situs bersejarah ini tidak terawat seperti papan profil situs yang sudah pudar, pagar pembatas banyak yang rusak dan bangunan disekitar yang tidak terawat dan sampah-sampah berserakan didalam situs” ungkapnya.

“Seharusnya pemerintah melalui dinas terkait harus bertindak cepat ini merupakan peninggalan bersejarah dan patuh kita lestarikan sehingga para pengunjung khususnya diluar daerah Bima tidak kecewa” lanjutnya.

Situs wadu Pa’a menurut sejarah sebagai bukti peninggalan kerajaan majapahit dan sriwijaya kala itu dan sudah ada sejak abat ke 14 masehi menjadikan tempat para pelaut mengambil persediaan air untuk kapal hingga saat ini.  

“saya senang bisa berkunjung di situs ini karena sejak saya ada di Bima hingga saya merantau dan kembali saat ini baru terpenuhi dan saya bangga Bima menjadi orang Bima dengan pesona dan keindahan peninggalan sejarah nasional maupun internasional menjadikan salah satu kota kecil sejuta pesona dan sangat layak untuk dikunjungi dan dipertahankan” harapnya.

Hal senada diungkapkan pengunjung lainnya H idris kondisi saat ini yang perlu dibenahi oleh pemerintah yaitu mulai dari pintu masuk  papan kayu ukuran kecil  yang menunjukkan arah masuk melalui jalur darat  yang ke arah situs perlu diganti dengan dengan papan besar dsb , jalan memasuki jalur tersebut masih melewati sungai dan kebun rakyat serta perlunya ada penjaga situs dan tempat sampah dengan cara memanfaatkan warga setempat.

Wadu Pa’a oleh masyarakat sekitar setiap akhir pekan dimanfaatkan sebagai salah satu tempat rekreasi dan piknik keluarga, bagi yang ingin mencoba melalui jalur darat bisa melalui pelabuhan Bima dengan menggunakan bot yang siap mengantar langsung di situs dengan biaya 30-50 ribu. Alamsyah    [] - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru