128 KK Warga Karang Bajo Belum Miliki Buku Nikah

Lombok Utara, KM Primadona - Hasil survey yang dilakukan oleh Solidaritas Masyarakat untuk Transparansi Nusa Tenggara Barat,  ditemukan ada  128 kepala keluarga  warga Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara yang belum memiliki buku nikah dari jumlah penduduk 1.055 KK.

Hasil temuan itu menunjukkan kebanyakan yang belum memiliki buku nikah adalah pernikahan yang lebih dari satu kali. "Hasil temuan ini sudah kita konsultasikan dengan Sekda KLU, H. Suardi untuk mencaro solusi agar anak keturun dari pasangan suami istri tersebut  mendapat Akte Kelahiran", kata Kepala Desa Karang Bajo Kertamalip.  


Sementara hasil Survei untuk Warga Desa Bayan yang tidak memiliki buku nikah sebanyak 444 KK dari 1.474 KK, dan didominasi oleh pasangan suami istri dari pernikahan pertama. dan ini ditemukan dibeberapa dusun dianataranya,  Dusun Bayan Bimur, Bayan Barat, Karang Salah, Ujung Mekar, Pada mangko, Mendala, Sembulan, Montong Baru, Batu Jompang, Teres genit, Dasan Tutul, Nangka Rempek, dan Dusun Bual.

Sementara pernikahan kedua sebanyak 158 KK dari 1.474 KK  sehingga berdampak pada kesulitan mengurus akte kelahiran anaknya, dan kesulitan mengurus bantuan  layanan sosial  serta dalam mengurus pinjaman perbankkan.


Penyebab warga tidak memiliki buku nikah di dua desa sebagai sampel di Lombok Utara  ini adalah minimnya sumber informasi tentang pentingnya buku nikah, sebab dulu pada saat anaknya mau masuk sekolah tidak ditekan kepada wali murid harus punya akte kelahiran, sehingga mereka lalai.

"Kalau ada warga yang  akan melamar pekerjaan baru mengurus akte kelahiran di Dinas Kependudukan Catatan Sipil Gerung  Lombok Barat sebelum Lombok Utara mekar. Kendala kedua adalah jaraknya cukup jauh untuk mengurus akte perceraian dan akte kelahiran dari Bayan ke Giri menang Gerung Lombok Barat", jelas Kertamalip.


Kertamalip mengaku, langkah yang pernah di lakukan agar pasangan suami istri yang tidak memiliki buku nikah  sudah diusulkan 15 orang pasangan suami/istri untuk istbat nikah yang
yang di selenggarakan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil  Lombok Utara bekerjasama dengan Pengadilan Agama Lombok Barat, Lembaga Perlindungan Anak NTB dan Kementrian Agama Lombok Utara.

Dari 15 Pasang yang di usulkan di terima hanya 7 pasangan suami-istri karena persyaratan untuk diterima isbat nikah harus pernikahan pertama, kalau pernikahan kedua harus ada putusan perceraian dari Pengadilan Agama baru bisa ikut Isbat Nikah.


Sementara Kepala Bidang Kependudukan  Lombok Utara, Satiari   mengaku, pelaksanaan isbat nikah tidak lagi di selenggarakan oleh Kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil Lombok utara, namun diselenggarakan di Kantor Kementrian Agama Lombok Utara.  Dukcapil hanya mengusulkan tiap tahun 50 Pasang, agar diselenggarakan isbat  nikah bagi pasangan suami istri dari pernikahan pertama, mengingat masi ada 70% warga Lombok Utara yang usia 0 – 18 tahun yang belum mengurus akte Kelahiran.

Sedangkan Sekda Lombok Utara, H. Suardi memberikan solusi, bahwa isbat nikah bagi pasangan suami istri yang melakukan perkawinan lebih dari sekali, akan diupayakan bersama Pengadilan Agama Lombok Barat untuk melakukan sidang putusan perceraian di Lombok Utara, baru langkah selanjutnya tetap kita selenggarakan isbat nikah tiap tahun dengan anggaran di bebankan kepada pemerintah Daerah, sehingga target tahun 2020 semua Penduduk Lombok Utara memiliki buku nikah dan akte kelahiran. (Primadona) -05

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru