Penambangan Mengancam Situs dan Goa Anggaraksa.

Sambungan - KM.Anggaraksa. Bukit Anggaraksa merupakan bagian yang cukup fenomenal didesa Anggaraksa, bukit dengan ketinggian 20 sampai 30 meter ini menyimpan banyak rahasia dan peristiwa dimasa lalu. Hal ini terbukti dengan adanya makam Patih Anggaraksa diatas perbukitan dan adanya goa Anggaraksa yang terletak di lereng bukit bagian timur. Goa tersebut konon menjadi tempat persembunyian patih Anggaraksa yang melarikan diri dari pulau Sumbawa dan berlabuh serta berlindung di pesisir pantai Anggaraksa yg sekarang dikenal dengan nama pantai Telindung. Setelah berlabuh di pantai telindung rombongan patih Anggaraksa mencari tempat peristirahatan dan menemukan goa di lereng bukit yang sekarang dikenal dengan goa Anggaraksa. Dari kedua situs bersejarah inilah nama desa pemekaran yang merupakan bagian selatan dari desa Kerumut ini diambil namanya sehingga disebut dengan nama desa Anggaraksa. Namun kedua situs bersejarah ini sekarang menjadi terancam karena banyaknya penambangan galian C oleh perusahaan yang belum mengantongi izin dan mulai bermunculan, diantaranya adalah sebagai berikut : 1. PT. GRAHA UTAMA yang digantikan dengan SAMAWA BUDI PERSADA, atas nama pemilik Muhammad (Mat Galon) 2. PT. ARIA JAYA RAYA atas nama pemilik Timbul Sugianto. 3. UD. GEMILANG atas nama pemilik H. Juli. Tiga perusahaan penambang material galian C ini sampai sekarang belum mendapat Izin penambangan dari pihak yang berwenang sebagaimana dipertegas dengan adanya teguran satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) kabupaten Lombok Timur beberapa waktu lalu. Selain menimbulkan dampak terhadap lingkungan berupa kekeringan, longsor dan polusi (polusi udara dan suara), keberadaan tambang galian C ini juga mengancam situs bersejarah yang ada didesa Anggaraksa apabila penambangan terus dilakukan. Padahal beberapa bulan lalu, situs bersejarah ini telah menarik perhatian Balai Arkeologi wiayah Indonesia timur di Bali. Hal ini terbukti dengan dikunjunginya makam dan goa Anggaraksa ini oleh kepala Balai Arkeologi (Drs I Gusti Made Suarbawa), selain itu keberadaan Makam patih Anggaraksa dan Goa Anggaraksa ini juga telah menarik perhatian Pemerintah Daerah Lombok Timur yang mulai melirik dan ingin menjadikan Goa Anggaraksa sebagai wisata Religi dalam waktu dekat ini. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Goa Anggaraksa merupakan satu-satunya goa yang ada di Kabupaten Lombok Timur bahkan di Propinsi Nusa Tenggara Barat. Sebagai masyarakat desa Anggaraksa kami sangat berharap kepada pemerintah terkait untuk membantu kami menyelamatkan situs bersejarah ini dengan mengacu pada Undang-undang no.11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Sebagaimana disebutkan pada pasal 23 ayat 1 yang berbunyi :Setiap orang yang menemukan benda yang diduga cagar budaya, bangunan yang diduga cagar budaya, struktur yang diduga struktur cagar budaya, dan/atau lokasi yang diduga situs cagar budaya wajib melaporkannya kepada instansi yang berwenang dibidang kebudayaan, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan/atau instansi terkait paling lama 30 (Tiga puluh) hari sejak ditemukannya. Dalam upaya menjaga dan melestarikan cagar budaya ini BPD Desa Anggaraksa dan Komunitas Cagar Budaya "Pemban Mas Ilang Mudung" pimpinan Rusli Turun, S.PdI yang berkedudukan didesa Anggaraksa telah mengajukan permohonan kepada kepala Balai Arkeologi wilayah Indonesia Timur untuk segera melakukan penelitian secara resmi dan meresmikan Makam dan Goa Anggaraksa sebagai cagar budaya yang diakui keberadaannya oleh pemerintah. Disamping sebagai Asset desa Anggaraksa, situs ini juga memiliki nilai History yang perlu dilestarikan bersama demi menambah khasanah Budaya yang dimiliki Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semoga bermanfaat. () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru