Tuntutan Petani Sembalun NTB Untuk Bapak Presiden Joko Widodo

KM. Sajang Bawak Nao _ telah banyak kita saksikan di Negara kita ini yang berkaitan dengan prekonomian yang sangat minim dan pengangguran yang meraja lela, dimana sangat miris sekali dengan banyaknya para petani yang tidak punya lahan pertanian. Setelah di surpe banyak masyarakat yang memiliki identitas pekerjaan PETANI di KTP akan tetapi mereka tidak memiliki lahan tempat bertani, kelihatannya sangat lucu.

 

Ditambah lagi banyakknya pengangguran yang membuang diri kenegri seberang menjadi TKI dan TKW memperkaya Negara tetangga dengan menyumbangkan tenaga mereka demi pekerjaan menghasilkan uang untuk menghidupi keluarga mereka, demi kelangsungan generasi mereka.

 

Disini kami menyampaikan kepada seluruh pemerintah yang berkaitan memberikan mereka lapangan pekerjaan untuk meningkatkan ekonomi daerah dan Negara, akan tetapi semua itu tidak bisa terwujud jika masyarakat harus meninggalkan kampung halaman mereka kenegri orang hanya untuk mencari pekerjaan.

 

Para petani yang ada di wilayah Sembalun padakhususnya ingin menagih janji bapak Presiden Joko Widodo untuyk memberikan para petangi lahan untuk digarap, paling tidak pemerintah membebaskan lahan TNGR (Taman Nasional Ginung Rienjani) Untuk Digarap Sebagian Oleh Para Petani.


Sama sama kita ketahui TNGR memiliki Lahan yang sangat luas ± 41.330 Ha, paling tidak pemerintah membebaskan 4.000 Ha untuk Masyarakat Kecamatan Sembalun sampai dengan Desa sajang untuk digarap di jadikan lading pertanian dan peningkatan ekonomi masrakat dan paling tidak bisa mengurangi angka pengangguran.

Masyarakat tidak perlu berbelit-belit dalam hal ini, masyarakat hanya menginginkan bukti janji Bapak Presiden RI “Joko Widodo” tentang pembagian tanah kepada masyarakat petani yang sudah di sampaikan dalam pidatonya pada saat sambutan HUT PDIP ke-44 yang saya kuti seperti berikut ini.

“Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri acara HUT ke-44 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dalam itu, Jokowi memberikan sambutan dan membeberkan kondisi Indonesia saat ini.

Berkumpul di tengah kader PDIP, membuat Jokowi teringat saat-saat penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Sebelum pidato, dia meminta para kader meneriakkan salam perjuangan.”


 

Berikut Kutipan Pidato Bapak Presiden Joko Widodo “Sekarang ini kita kantongi 12,7 juta hektare yang akan segera kita bagikan kepada rakyat, yang akan kita bagikan pada tanah adat, yang akan segera kita bagikan pada koperasi-koperasi yang ada di tanah air.

Saya kira itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini dan untuk menutup sambutan saya pada ulang tahun PDI Perjuangan yang ke-44 sekali lagi dengan mendorong pemerataan kehidupan sosial ekonomi seluruh rakyat akan merasa berdiri di tanah air yang sama Indonesia, seluruh rakyat akan merasa hidup di rumah kebangsaan yang sama Indonesia.

Karena itu saya sangat mengapresiasi, saya sangat menghargai tema hari ulang tahun PDI Perjuangan ke-44 yaitu Rumah Kebangsaan untuk Indonesia Raya. Sesuai dengan semangat Bung Karno bahwa negara Indonesia adalah negara semua buat semua.

Saya harap kerja sama pemerintah dengan PDI Perjuangan ke depan semakin erat, semakin produktif untuk menuju Indonesia Raya. Selamat Ulang Tahun PDI Perjuangan ke-44.

Merdeka, merdeka, merdeka, merdeka.” () -01

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru