Pariwisata Pantai Maluk Mati Suri

Siapa yang tak kenal Pantai Maluk? Lokasi wisata pantai tersebut kerap dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Daerah wisata tersebut terdapat di daerah Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) . Selain Pantai Dengan Ombak yang kelas dunia,  Tempat Para Peselancar Dunia Memainkan papan Selancarnya. Terdapat Juga spot arena Paralayang.

Namun tampaknya nasib baik tak berpihak pada Pariwisata Pantai dan Paralayang yang terdapat di Kecamatan maluk sumbawa barat itu. Padahal Kecamatan Maluk tersebut cukup kaya akan potensi Pariwisata yang sudah berjalan yang rindu akan sentuhan Dari dinas Patiwisata Sumbawa Barat.

Saat ini, Beberapa destinasi Pariwisata pantai yang ada di kecamatan maluk itu kurang di perhatikan pemerintah Daerah dalam hal ini dinas pariwisata terbukti dengan begitu besarnya dana yang di gelonrorkan pemda maupun Pemerintah Pusat Destinasi yang ada Di kecamatan Maluk tak tersentuh dana itu. 

Ketua pokdarwis kecamatan maluk Kamaaludin saat di jumpai mengatakan  , Pariwisata Di kecamatan Maluk saat ini seperti objek wisata yang mati suri. Baik pelancong lokal dari luar maupaun  Sumbawa Barat dan kota lain jarang mengunjungi pantai maluk, juga turis mancanegara semakin jarang singgah mengunjungi Pantai Yang ada di kecamatan maluk itu. 

Dari pantauan kami ketika berkunjung beberapa kali ke destinasi pariwisata yang ada di kecamatan Maluk, suasana sepi pengunjung masih belum berubah. Sepertinya Pantai maluk  tak memiliki daya tarik apa-apa, mungkin karena fasilitas dan di karenakan pantai yang berpasir putih itu di penuhi dengan sampah yang semerutan dan tak terawat hingga sepi pengunjung.

Selain sepi pengunjung, menurut Ketua pokdarwis, Pariwisata Pantai Kecamatan maluk juga tertinggal dalam pembangunan pariwisata Kabupaten Sumbawa barat  karena tidak ada program-program pengembangan. Kondisi bangunan yang di bangun PT NTT waktu itu yang kini berantakan tidak tertata lagi, sehingga kurang mampu memikat hati pengunjung. Selain itu kegiatan promosinya juga sangat minim atau bahkan tidak ada.

Ini dikarenakan kurangnya perhatian pemerintah setempat. Baik perhatian Pemerintah Kabupaten Sumbawa barat, dalam hal ini dinas pariwisata dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa tenggara Barat. 

"Sebenarnya, Kami sudah membuat program-program pengembangan pariwisata  agar menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi turis. Program itu sudah disiapkan beberapa tahun lalu setelah kami beberapa kali di undang terkait pengembangan patiwisata", jelas Kamaludin.

"Program tersebut sudah kita matangkan sebenarnya. Tetapi karena dukungan dana belum ada, belum ada program yang terwujud. Kita sebenarnya sudah mulai membangun Tourist Information Center (TIC) pada tahun 2014. Tetapi bangunan yang kita kontrak itu kini mati suri karna masalah pendanaan," ujarnya.

"kami berharap pemerintah daerah buka mata dalam hal pembangunan patiwisata selama ini kecamatan maluk selalu berada di non prioritas bahkan tak di jamah dinas, padahal kecamatan maluk lah yang lebih awal dalam pengembangan pariwisata. ," katanya.

Tourist Information Center (TIC) kecamatan maluk yang di mana dulunya aktif namun saat ini Mati suri. karna minimnya pembinaan dari dinas pariwisata Sumbawa Barat.[]

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru